Identifikasi Koleksi Museum Perjuangan Subkoss Garuda Sriwijaya Lubuklinggau Sebagai Sumber Belajar Bagi Masyarakat

  • Isbandiyah Isbandiyah Universitas PGRI Silampari
  • Supriyanto Supriyanto Universitas PGRI Silampari

Abstract

This study aimed to identify and describe the Subkoss Museum of Lubuklinggau as a learning resource for the community. The research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was ensured through triangulation techniques. The findings revealed that: (1) the Subkoss Garuda Sriwijaya Struggle Museum of Lubuklinggau possesses 140 collections that can be utilized as learning resources for the community; (2) the museum serves as a learning resource because it functions as a repository of the nation's history, particularly concerning past events related to the struggle of the people of Lubuklinggau and, more broadly, the people of South Sumatra in defending their region against colonialism and fighting for national independence. In history education, museums are among the most appropriate places to obtain historical information and to enhance public understanding of historical events, especially for students; and (3) all collections housed in the museum can serve as learning resources for various educational levels. The main distinction between early childhood education and higher education lies in the way museum educators deliver and explain the collections to visitors.

 

Keywords: Museum Collections, Learning Resources, Community.

References

Anderson, B. (2004). Judging the Museum: Contemporary Art and the Crisis of Taste. Vancouver: University of British Columbia Press.

Arsyad, Azhar. (2004). Media Pembelajaran. Depok: PT Raja Grafindo Persada.

Asiarto, Lutfi, dkk. 2008. Pedoman Museum Indonesia. Jakarta: Direktorat Museum Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Bungin, B. (2018). Metode Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan
Ilmu Sosial Lainnya. Prenadamedia Group.

Evitasari, O., Qodariah, L., & Gunawan, R. (2020). Pemanfaatan Fungsi Museum Sebagai Sumber
Kemampuan Berpikir Kritis. Estoria, 1(1), 43–56.

Fitriansyah, Fifit. (2024). Pemanfaatan Museum sebagai Sumber Belajar Sejarah bagi Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Sejarah Vol 7 (1), 2024 pp. 57-66.

Hamalik, Oemar. 2010. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Jarolimek, J. Dan Parker, W.C. (1993). Social Studies Elementary Education. 9th. Ed. New York: Mac Millian Publishing Co

Laksana, Robert Budi. (2017). Museum Sebagai Sumber Belajar dalam Upaya Pelestarian Kain Songket di Palembang: Strategi Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik. Jurnal Universitas PGRI Palembang.

Miles, Matthew B. dan A. Michael Huberman. (1994). An Expanded Source Book: Qualitative Data
Analysi. London: Sage Publications.

Nursalam. (2020). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis Edisi 5. Jakarta: Salemba Medika.

Nuryanti, dkk. (2018). Museum Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah: Studi Situs pada Museum Jawa Tengah Ranggawarsito Semarang. Jurnal Pawiyatan IKIP Veteran Semarang. Volume XXV (1) (2018) 11-17.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 1995 tentang Pemeliharaan dan Pemanfaatan Benda Cagar Budaya di Museum.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2015 tentang Museum

Prastowo, Andi. (2018). Sumber Belajar dan Pusat Sumber Belajar. Depok: Prenada Media Group.
Priyanto, R., Syarifuddin, D., & Martina, S. (2018). Perancangan Model Wisata Edukasi di Objek
Wisata Kampung Tulip. JURNAL ABDIMAS BSI, 1(1), 32–38.

Sadiman, W. Arief, dkk. (2010). Media Pendidikan; Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya, Jakarta: Rajawali Press.

Samsudin (2019). Profil Museum Subkoss Garuda Sriwijaya; Jejak-Jejak Revolusi Fisik Kemerdekaan Di Sumatera Bagian Selatan 1945-1949. Palembang: UPTD Museum Negeri Sumatera Selatan, 1–2.

Sanjaya, Wina. (2011). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Shada. (2018). Museum sebagai Sumber Pembelajaran. Kemendikbud Direktorat Jendral
Kebudayaan.

Sihole, Beresman dkk. (2023). Manfaat Museum Sebagai Media dan Sumber Belajar pada Mata
Pelajaran IPS Bagi Peserta Didik SMP. Jurnal Pendidikan Mandal. Vol. 8. No. 1 Februari
2023.

Susetyo and Ravico. (2021). Sejarah Lubuklinggau Dari Masa Kolonial Hingga Kemerdekaan.
Purwokerto Selatan: CV. Pena Persada, 130.

Yusuf A, Maulana dkk. (2018). Pemanfaatan Museum Sebagai Sumber Belajar dalam
Pembelajaran Sejarah. Jurnal Visipena Volume 9, Nomor 2, Desember 2018. Hal. 215-235.
Published
2026-06-24

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>