Pendampingan Mahasiswa Baru Program Studi Pendidikan Sejarah Melalui Eksplorasi Museum Subkoss Garuda Sriwijaya di Kota Lubuklinggau

  • Sarkowi Sarkowi Universitas PGRI Silampari
  • Yadri Irwansyah Universitas PGRI Silampari
  • Agus Susilo Universitas PGRI Silampari
  • Salsa Nabila Universitas PGRI Silampari
  • Deca Wawa Universitas PGRI Silampari

Abstract

Museum sebagai institusi preservasi budaya dan sejarah memiliki peran strategis dalam mendukung pembelajaran sejarah yang autentik dan kontekstual di luar ruang kelas. Dalam konteks pendidikan tinggi, pendampingan mahasiswa baru melalui eksplorasi museum dirancang untuk memperkuat literasi sejarah, meningkatkan keterampilan analitis terhadap artefak, serta mengintegrasikan pengalaman langsung dalam memahami proses sejarah lokal dan nasional. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama satu minggu di Museum Subkoss Garuda Sriwijaya, Kota Lubuklinggau, dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman mahasiswa baru terhadap koleksi sejarah otentik dan memfasilitasi pengembangan artikel ilmiah PKM sebagai luaran akademik. Pendekatan kegiatan menggunakan metode pembelajaran berbasis lapangan (field-based learning), observasi, wawancara dengan kurator museum, dan diskusi terstruktur antar kelompok mahasiswa. Museum dipandang sebagai sumber belajar yang menyediakan koleksi artefak, dokumen sejarah, dan naratif budaya yang memperkaya pengetahuan faktual sekaligus mendorong keterlibatan mahasiswa secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep sejarah lokal dan nasional pada mahasiswa baru setelah pendampingan di museum, dilihat dari perbandingan pre-test dan post-test serta laporan reflektif mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan integrasi strategis kunjungan museum dalam kurikulum pembelajaran sejarah untuk meningkatkan keterkaitan teori akademik dan sumber sejarah otentik serta memperkuat budaya penelitian mahasiswa sejak awal masa studi.

 

References

Hasanah, U. (2019). Pembelajaran Kontekstual dalam Pendidikan Sejarah. Jurnal Pendidikan Sejarah, 8(1), 45–59.

Hidayat, R. (2016). Museum sebagai Sumber Belajar Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Kemdikbud. (2022). Standar Kompetensi Mata Kuliah Sejarah Lokal dan Nasional. Jakarta: Kemendikbud RI.

Nasution, S. (2013). Metodologi Pendidikan Sejarah. Jakarta: Bumi Aksara.

Nugroho, D. (2020). Aktivitas Museum dalam Pembelajaran Sejarah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Parmanto, D. (2021). Literasi Sejarah di Perguruan Tinggi. Jurnal Ilmu Pendidikan, 10(2), 67–78.

Pradopo, R. (2015). Teori dan Praktik Pembelajaran Sejarah. Surabaya: Unesa University Press.

Prasetyo, B., & Hartono, A. (2021). Integrasi Lapangan dalam Pembelajaran Sejarah. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 7(2), 88–102.

Santika, R. (2020). Eksplorasi Artefak Lokal dan Literasi Sejarah Mahasiswa. Jurnal Kajian Pendidikan, 11(1), 55–70.

Santoso, A. (2018). Konstruktivisme dalam Pendidikan Tinggi. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana.

Sudarmanto. (2020). Pembelajaran Sejarah: Teori dan Implementasi. Jakarta: Kencana.

Suyanto, M. (2018). Museum dan Pembelajaran Sejarah. Jurnal Kajian Sejarah, 5(3), 123–136.

Wijayanti, T. (2017). Pengembangan Museum sebagai Sumber Belajar. Jurnal Pendidikan Nonformal, 3(1), 23–34.
Published
2026-06-21

Most read articles by the same author(s)