Degradasi Tradisi Betangas Pada Masyarakat di Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang degradasi betangas pada masyarakat di Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Langkah-langkah yang digunakan antara lain: Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil penelitian berisi mengenai gambaran bentuk degradasi tradisi betangas yang meliputi kurangnya pelestarian budaya lokal dari masyarakat setempat dan berubahnya alternatif pengobatan yang bersifat tradisional menjadi modern dikarenakan kemajuan zaman yang semakin berkembang. Lalu faktor yang mempengaruhi terjadinya degradasi tradisi betangas pada masyarakat di Kecamatan Selangit seperti meningkatnya ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi, dan kurangnya komunikasi antar generasi mengenai tradisi betangas. Itulah yang mengakibatkan terjadinya degradasi tradisi betangas yang ada pada Kecamatan Selangit.
Referensi
Amminuddi, Siregar Arriyono. 1985. Kamus Antropologi. Jakarta : Akademik Pressindo.
Baran, J Stanley. 2012. Pengantar Komunikasi Masa Melek Media dan Budaya, terj. S. Rouli Manalu. Jakarta: Erlangga.
Besari, Sahari. 2008. Teknologi di Nusantara 40 Abad Hambatan Inovasi.Jakarta: Salemba Teknika.
Daud, Ali Mohammad.2011.Pendidikan Agama Islam. Jakarta:Rajawali Pers.
Gulo, Adil Niat, et al. "Degradasi Budaya Dalam Upacara Perkawinan Masyarakat Nias di Denpasar." E-Jurnal Kajian Budaya Universitas Udayana 1.1 (2012): 52.
Huda. 2011. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka.
Ismail, Nawari. 2011. Konflik Umat Beragama dan Budaya Lokal. Bandung: Lubuk Agung.
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).1993. Jakarta : PT (Persero) Penerbit dan Percetakan.
Koentjaraningrat.2009.Pengantar Ilmu Antropologi.Jakarta:Rineka Cipta.
Koentjaraningrat.2012. Pengantar Ilmu Antropologi (Jakarta: Rineka Cipta.
Kuntowijoyo.2013.Pengantar Ilmu Sejarah.Yogyakarta: Tiara Wacana.
Majdid, dkk.2014.Ilmu Sejarah.Jakarta : Kencana.
Martono, N. 2012. Sosiologi Perubahan Social: Prepektif Klasik. Modern, Postmodern, Poskolonial. Jakarta. PT. Raja Grofindo Persada.
Moleong, Lexy J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. PT.Remaja Rosdakarya.
Mutmainna,dkk. (2022). Pengobatan Tradisional. Jurnal Kesehatan Usimar. Vol.1. hal 32-41.
Nawir, Muhammad, 2017. Degradasi Budaya Modero (Studi Kasus Masyarakat Desa Lasunapa Duruka Kabupaten Muna. Jurnal Etika Demokrasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3 (1)
Noor, Indris. Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dala Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Perguruan Tinggi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol.17 Nomor 3.
Putri, Dias Pratami.dkk. (2017). Keanekaragaman Tumbuhan Untuk Bahan Betangas. Jurnal Kesehatan dan Pendidikan. Vol. 22 No.1 hal:87-91.
Raco. 2010. Metode Penelitian Kualitatif, Jenis, Karakteristik, dan Keunggulan). Jakarta: PT.Grasindo.
Ridwan. 2006. Metode dan Teknik Penyusunan Tesis. Bandung: Alfabeta.
Risa, dkk. 2020. Tradisi Rias Pengantin Dalam Adat Pernikahan Masyarakat Melayu Sambas di Desa Sekura Tahun 1972-2018.Vol. 3.No.1 hal:53-72.
Saebani, Beni Ahmad. 2012. Pengantar AnPtropologi Bandung: CV Pustaka Setia.
Saleh,Sirajuddin. 2017. Analisis Data Kualitatif. Bandung: Pustaka Ramadhan.
Setiadi, Elly M, dkk. 2009. Ilmu Sosial Budaya Dasar: Edisi Ketiga. Jakarta: Kencana.
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2016. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sujarweni,Wira. 2014. Metodologi Penelitian; Lengkap, Praktis, dan Mudah Difahami.Yogyakarta: Pustaka baru Press.
Sulasman. 2014. Metodologi Penelitian Sejarah. Bandung: Pustaka Setia.
Suneki, Sri. 2012. Dampak Globalisasi Terhadap Eksistensi Budaya Daerah. Jurnal Ilmiah CIVIS. II (1)
Sztompka, Piotr. 2007. Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Prenada Media Grup.
Tantawi, Isma. 2020. Dasar-dasar Ilmu Budaya. Jakarta: Prenadamedia












