CAMPUR KODE DALAM PERCAKAPAN ANAK SMA DI LUBUK LINGGAU
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis campur kode dalam percakapan anak SMA di Kota Lubuk Linggau serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa tuturan lisan siswa SMA yang mengandung campur kode dalam situasi percakapan sehari-hari. Sumber data diperoleh dari siswa SMA di Kota Lubuk Linggau melalui teknik observasi, perekaman, dan pencatatan. Prosedur penelitian meliputi tahap pengumpulan data, transkripsi data, klasifikasi data, dan penarikan simpulan. Analisis data dilakukan dengan cara mengidentifikasi bentuk campur kode, mengelompokkan jenis campur kode, serta menafsirkan faktor penyebab terjadinya campur kode berdasarkan konteks tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam percakapan anak SMA di Lubuk Linggau terdapat campur kode ke dalam (inner code-mixing) dan campur kode ke luar (outer code-mixing), yang umumnya melibatkan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Faktor penyebab campur kode antara lain kebiasaan berbahasa, pengaruh lingkungan pergaulan, media sosial, dan keinginan untuk terlihat modern. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa campur kode merupakan fenomena bahasa yang wajar dan mencerminkan dinamika kebahasaan remaja di Lubuk Linggau.
References
Fishman, J. A. (1972). The sociology of language: An interdisciplinary social science approach to language in society. Rowley, MA: Newbury House.
Hidayat, R., & Sari, M. (2022). Campur kode dalam tuturan remaja sekolah menengah dan pengaruh tingkat keformalan situasi. Jurnal Bahasa dan Sastra, 12(2), 145-156.
Hymes, D. (1974). Foundations in sociolinguistics: An ethnographic approach. Philadelphia, PA: University of Pennsylvania Press.
Muysken, P. (2000). Bilingual speech: A typology of code-mixing. Cambridge: Cambridge University Press.
Nababan, P. W. J. (1993). Sosiolinguistik: Suatu pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Nuraini, S., & Rahman, A. (2023). Pengaruh media sosial terhadap penggunaan campur kode pada remaja SMA. jurnal Linguistik Terapan 5(1), 25-38.
Putri, D. A., & Lestari, E. (2021). Campur kode dalam percakapan siswa SMA di lingkungan perkotaan. Jurnal Pendidikan Bahasa, 9(1), 67-78.
Rahardi, R. K. (2015). Kajian sosiolinguistik: Ihwal kode dan alih kode Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Wahyuni, S. (2020). Bentuk dan fungsi campur kode dalam komunikasi remaja. Jurnal Bahasa dan Budaya, 10(2), 101-112.
Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal (Edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Fishman, J. A. (1972). The sociology of language: An interdisciplinary social science approach to language in society. Rowley, MA: Newbury House.
Hidayat, R., & Sari, M. (2022). Campur kode dalam tuturan remaja sekolah menengah dan pengaruh tingkat keformalan situasi. Jurnal Bahasa dan Sastra, 12(2), 145-156.
Hymes, D. (1974). Foundations in sociolinguistics: An ethnographic approach. Philadelphia, PA: University of Pennsylvania Press.
Muysken, P. (2000). Bilingual speech: A typology of code-mixing. Cambridge: Cambridge University Press.
Nababan, P. W. J. (1993). Sosiolinguistik: Suatu pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Nuraini, S., & Rahman, A. (2023). Pengaruh media sosial terhadap penggunaan campur kode pada remaja SMA. jurnal Linguistik Terapan 5(1), 25-38.
Putri, D. A., & Lestari, E. (2021). Campur kode dalam percakapan siswa SMA di lingkungan perkotaan. Jurnal Pendidikan Bahasa, 9(1), 67-78.
Rahardi, R. K. (2015). Kajian sosiolinguistik: Ihwal kode dan alih kode Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Wahyuni, S. (2020). Bentuk dan fungsi campur kode dalam komunikasi remaja. Jurnal Bahasa dan Budaya, 10(2), 101-112.
Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal (Edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Fishman, J. A. (1972). The sociology of language: An interdisciplinary social science approach to language in society. Rowley, MA: Newbury House.
Hidayat, R., & Sari, M. (2022). Campur kode dalam tuturan remaja sekolah menengah dan pengaruh tingkat keformalan situasi. Jurnal Bahasa dan Sastra, 12(2), 145-156.
Hymes, D. (1974). Foundations in sociolinguistics: An ethnographic approach. Philadelphia, PA: University of Pennsylvania Press.
Muysken, P. (2000). Bilingual speech: A typology of code-mixing. Cambridge: Cambridge University Press.
Nababan, P. W. J. (1993). Sosiolinguistik: Suatu pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Nuraini, S., & Rahman, A. (2023). Pengaruh media sosial terhadap penggunaan campur kode pada remaja SMA. jurnal Linguistik Terapan 5(1), 25-38.
Putri, D. A., & Lestari, E. (2021). Campur kode dalam percakapan siswa SMA di lingkungan perkotaan. Jurnal Pendidikan Bahasa, 9(1), 67-78.
Rahardi, R. K. (2015). Kajian sosiolinguistik: Ihwal kode dan alih kode Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Wahyuni, S. (2020). Bentuk dan fungsi campur kode dalam komunikasi remaja. Jurnal Bahasa dan Budaya, 10(2), 101-112.
Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal (Edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Fishman, J. A. (1972). The sociology of language: An interdisciplinary social science approach to language in society. Rowley, MA: Newbury House.
Hidayat, R., & Sari, M. (2022). Campur kode dalam tuturan remaja sekolah menengah dan pengaruh tingkat keformalan situasi. Jurnal Bahasa dan Sastra, 12(2), 145-156.
Hymes, D. (1974). Foundations in sociolinguistics: An ethnographic approach. Philadelphia, PA: University of Pennsylvania Press.
Muysken, P. (2000). Bilingual speech: A typology of code-mixing. Cambridge: Cambridge University Press.
Nababan, P. W. J. (1993). Sosiolinguistik: Suatu pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Nuraini, S., & Rahman, A. (2023). Pengaruh media sosial terhadap penggunaan campur kode pada remaja SMA. jurnal Linguistik Terapan 5(1), 25-38.
Putri, D. A., & Lestari, E. (2021). Campur kode dalam percakapan siswa SMA di lingkungan perkotaan. Jurnal Pendidikan Bahasa, 9(1), 67-78.
Rahardi, R. K. (2015). Kajian sosiolinguistik: Ihwal kode dan alih kode Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Wahyuni, S. (2020). Bentuk dan fungsi campur kode dalam komunikasi remaja. Jurnal Bahasa dan Budaya, 10(2), 101-112.
Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal (Edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Fishman, J. A. (1972). The sociology of language: An interdisciplinary social science approach to language in society. Rowley, MA: Newbury House.
Hidayat, R., & Sari, M. (2022). Campur kode dalam tuturan remaja sekolah menengah dan pengaruh tingkat keformalan situasi. Jurnal Bahasa dan Sastra, 12(2), 145-156.
Hymes, D. (1974). Foundations in sociolinguistics: An ethnographic approach. Philadelphia, PA: University of Pennsylvania Press.
Muysken, P. (2000). Bilingual speech: A typology of code-mixing. Cambridge: Cambridge University Press.
Nababan, P. W. J. (1993). Sosiolinguistik: Suatu pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Nuraini, S., & Rahman, A. (2023). Pengaruh media sosial terhadap penggunaan campur kode pada remaja SMA. jurnal Linguistik Terapan 5(1), 25-38.
Putri, D. A., & Lestari, E. (2021). Campur kode dalam percakapan siswa SMA di lingkungan perkotaan. Jurnal Pendidikan Bahasa, 9(1), 67-78.
Rahardi, R. K. (2015). Kajian sosiolinguistik: Ihwal kode dan alih kode Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Wahyuni, S. (2020). Bentuk dan fungsi campur kode dalam komunikasi remaja. Jurnal Bahasa dan Budaya, 10(2), 101-112.
Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal (Edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Fishman, J. A. (1972). The sociology of language: An interdisciplinary social science approach to language in society. Rowley, MA: Newbury House.
Hidayat, R., & Sari, M. (2022). Campur kode dalam tuturan remaja sekolah menengah dan pengaruh tingkat keformalan situasi. Jurnal Bahasa dan Sastra, 12(2), 145-156.
Hymes, D. (1974). Foundations in sociolinguistics: An ethnographic approach. Philadelphia, PA: University of Pennsylvania Press.
Muysken, P. (2000). Bilingual speech: A typology of code-mixing. Cambridge: Cambridge University Press.
Nababan, P. W. J. (1993). Sosiolinguistik: Suatu pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Nuraini, S., & Rahman, A. (2023). Pengaruh media sosial terhadap penggunaan campur kode pada remaja SMA. jurnal Linguistik Terapan 5(1), 25-38.
Putri, D. A., & Lestari, E. (2021). Campur kode dalam percakapan siswa SMA di lingkungan perkotaan. Jurnal Pendidikan Bahasa, 9(1), 67-78.
Rahardi, R. K. (2015). Kajian sosiolinguistik: Ihwal kode dan alih kode Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Wahyuni, S. (2020). Bentuk dan fungsi campur kode dalam komunikasi remaja. Jurnal Bahasa dan Budaya, 10(2), 101-112.
Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal (Edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Fishman, J. A. (1972). The sociology of language: An interdisciplinary social science approach to language in society. Rowley, MA: Newbury House.
Hidayat, R., & Sari, M. (2022). Campur kode dalam tuturan remaja sekolah menengah dan pengaruh tingkat keformalan situasi. Jurnal Bahasa dan Sastra, 12(2), 145-156.
Hymes, D. (1974). Foundations in sociolinguistics: An ethnographic approach. Philadelphia, PA: University of Pennsylvania Press.
Muysken, P. (2000). Bilingual speech: A typology of code-mixing. Cambridge: Cambridge University Press.
Nababan, P. W. J. (1993). Sosiolinguistik: Suatu pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Nuraini, S., & Rahman, A. (2023). Pengaruh media sosial terhadap penggunaan campur kode pada remaja SMA. jurnal Linguistik Terapan 5(1), 25-38.
Putri, D. A., & Lestari, E. (2021). Campur kode dalam percakapan siswa SMA di lingkungan perkotaan. Jurnal Pendidikan Bahasa, 9(1), 67-78.
Rahardi, R. K. (2015). Kajian sosiolinguistik: Ihwal kode dan alih kode Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Wahyuni, S. (2020). Bentuk dan fungsi campur kode dalam komunikasi remaja. Jurnal Bahasa dan Budaya, 10(2), 101-112









