DAMPAK BAHASA MEDIA SOSIAL TERHADAP EKSISTENSI BAHASA INDONESIA DI Desa wonokerto
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan bahasa media sosial terhadap eksistensi Bahasa Indonesia di Desa Wonokerto. Perkembangan media sosial memengaruhi pola komunikasi masyarakat, terutama dalam penggunaan bahasa tidak baku yang berpotensi memengaruhi sikap dan kebiasaan berbahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Prosedur penelitian meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui observasi penggunaan bahasa pada media sosial masyarakat Desa Wonokerto serta wawancara mendalam dengan informan yang terdiri atas remaja dan orang dewasa. Data penelitian berupa data kualitatif yang mencakup penggunaan bahasa gaul, singkatan, akronim, campur kode, alih kode, dan penggunaan Bahasa Indonesia baku. Sumber data terdiri atas data primer yang diperoleh dari observasi dan wawancara, serta data sekunder berupa jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa media sosial di Desa Wonokerto didominasi oleh bahasa tidak baku, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda, dan memengaruhi kebiasaan berbahasa dalam kehidupan sehari-hari. Namun, Bahasa Indonesia tetap digunakan secara konsisten dalam ranah formal seperti pemerintahan desa dan pendidikan. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa media sosial memberikan dampak ganda terhadap eksistensi Bahasa Indonesia, yaitu berpotensi melemahkan kepatuhan terhadap kaidah bahasa baku, tetapi tidak menghilangkan fungsi dan keberadaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional di Desa Wonokerto
References
Chaer, A., & Agustina, L. (2014). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Garvin, P. L., & Mathiot, M. (1968). The urbanization of the Guarani language: A problem in language and culture. In J. A. Fishman (Ed.), Readings in the sociology of language (pp. 365–374). The Hague: Mouton.
Hidayanti, N., & Sucipta, D. (2025). Variasi bahasa Indonesia dalam media sosial TikTok dan implikasinya terhadap komunikasi kreatif. Jurnal Linguistik dan Sastra, 7(2), 112 123.
Rahmawati, I. (2021). Media sosial dan perubahan ranah penggunaan bahasa Indonesia di kalangan masyarakat. Jurnal Pendidikan Bahasa, 9(1), 67 78.
Saddhono, K. (2018). Bahasa dan media sosial: Fenomena alih kode dan campur kode dalam komunikasi digital. Jurnal Sosiolinguistik Indonesia, 6(2), 89 101.
Sari, D. P., & Wedasuwari, I. A. M. (2020). Preferensi penggunaan bahasa tidak baku di media sosial oleh generasi muda. Jurnal Kajian Bahasa, 5(1), 23 34.
Waqiah, N., Rahman, F., & Amin, M. (2024). Penggunaan bahasa alay dan slang dalam percakapan WhatsApp generasi muda. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran, 8(1), 54 66.
Crystal, D. (2006). Language and the internet (2nd ed.). Cambridge: Cambridge University Press.
Fishman, J. A. (1972). The sociology of language. Rowley, MA: Newbury House.









