NORMALISASI BAHASA NEGATIF MELALUI MEDIA SOSIAL PADA MILENIAL, GEN Z, DAN GEN ALPHA LUBUK LINGGAU

  • Sutriyaningsih , Universitas PGRI Silampari
  • Ria Anggraini Universitas PGRI Silampari
  • Chynta Permata Olivia Universitas PGRI Silampari
  • Wilden Defran Alkahfi Septian Universitas PGRI Silampari

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses normalisasi bahasa negatif melalui media sosial pada tiga generasi digital, yaitu Milenial, Generasi Z, dan Generasi Alpha. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai ruang sosial yang membentuk pola interaksi dan nilai kebahasaan penggunanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Prosedur penelitian meliputi observasi, pencatatan, dan dokumentasi terhadap tuturan, komentar, dan unggahan media sosial, kemudian dilanjutkan dengan pengelompokan serta analisis data. Data penelitian berupa satuan bahasa tertulis yang mengandung unsur bahasa negatif, seperti kata kasar, ejekan, sindiran, dan ungkapan merendahkan. Sumber data diperoleh dari platform media sosial Instagram, TikTok, dan WhatsApp, serta didukung oleh artikel jurnal nasional yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dengan mempertimbangkan konteks sosial dan karakteristik masing-masing generasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan signifikan dalam menormalisasi bahasa negatif melalui mekanisme imitasi, pengulangan, dan budaya viral. Bahasa negatif cenderung diterima sebagai hal wajar dan menjadi bagian dari gaya komunikasi generasi digital, dengan pola yang berbeda pada setiap generasi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa normalisasi bahasa negatif di media sosial berpotensi menurunkan kualitas etika berbahasa, sehingga diperlukan penguatan literasi digital dan pembinaan etika berbahasa lintas generasi.

References

Budaya viral dan normalisasi bahasa tidak santun di media sosial. (2021). Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(1), 55-68.
Kurniasih, D., & Hadi, S. (2021). Pengaruh penggunaan bahasa media sosial terhadap sikap linguistik generasi muda. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(2), 145-156.
Putri, A. R., Hasanah, N., & Wibowo, T. (2021). Dampak bahasa kasar di media sosial terhadap kesehatan mental remaja. Jurnal Psikologi Sosial, 18(1), 65-78.
Rahman, A., & Lestari, D. (2023). Literasi digital dan perilaku berbahasa anak di ruang digital. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 8(2), 145-156.
Rahmawati, L., & Pranowo. (2022). Pergeseran kesantunan berbahasa dalam komunikasi digital. Jurnal Linguistik Indonesia, 40(1), 89-104.
Santoso, B. (2022). Algoritma media sosial dan penyebaran konten provokatif di ruang digital. Jurnal Komunikasi Massa, 9(2), 201-215.
Sari, M., & Nugroho, A. (2020). Analisis wacana ujaran kebencian di media sosial Twitter. Jurnal Bahasa dan Sastra, 20(2), 112-125.
Sari, M., & Nurhayati, E. (2021). Kesantunan berbahasa dalam interaksi pengguna media sosial. Jurnal Linguistik Indonesia, 39(1), 75-88.
Susanto, H., & Amelia, R. (2020). Identitas Generasi Z dalam komunikasi digital. Jurnal Sosioteknologi, 19(3), 421-433.
Wahyuni, S., & Fitriani, A. (2020). Pergeseran norma kesantunan berbahasa di media sosial. Jurnal Kajian Bahasa, 9(1), 33-45.
Published
2026-09-11
How to Cite
, S., Anggraini, R., Olivia, C., & Septian, W. D. (2026). NORMALISASI BAHASA NEGATIF MELALUI MEDIA SOSIAL PADA MILENIAL, GEN Z, DAN GEN ALPHA LUBUK LINGGAU. Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, Dan Asing, 9(2), 1-9. https://doi.org/https://doi.org/10.31540/silamparibisa.v9i2.4101