NILAI GOTONG ROYONG DALAM KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT MUSI RAWAS KERJASAMA DALAM ADAT ,HAJATAN , DAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI

  • Nina herli Yanti Putri Universitas PGRI Silampari
  • Gr Mani Universitas PGRI Silampari
  • Tiwi Setyo Putri Universitas PGRI Silampari
  • Bayu Kirana Al azziz Universitas PGRI Silampari
Keywords: gotong royong, social values, local wisdom, Musi Rawas community

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai-nilai gotong royong dalam kehidupan sosial masyarakat Musi Rawas, khususnya dalam adat istiadat, kegiatan seremonial, dan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan warga setempat, serta dokumentasi kegiatan sosial dan budaya. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan guna memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai peran gotong royong dalam kehidupan masyarakat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa gotong royong masih menjadi nilai sosial yang fundamental dalam memperkuat solidaritas sosial, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta menjaga hubungan yang harmonis antaranggota masyarakat. Dalam adat istiadat dan kegiatan seremonial, seperti pernikahan, perayaan keagamaan, dan ritual bersama, gotong royong diwujudkan melalui kerja kolektif, pembagian tanggung jawab, dan saling membantu tanpa mengharapkan imbalan materi. Dalam kehidupan sehari-hari, nilai gotong royong tercermin dalam kegiatan membantu tetangga, kerja bakti, serta pemecahan masalah secara bersama-sama. Praktik-praktik tersebut menunjukkan bahwa gotong royong tidak hanya berfungsi sebagai tradisi budaya, tetapi juga sebagai mekanisme sosial dalam melestarikan kearifan lokal dan memperkuat kohesi masyarakat di tengah perubahan sosial.

References

Durkheim, E. (2011). The Division of Labor in Society. New York: Free Press.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Soekanto, S. (2012). Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Sulasman, & Gumilar, S. (2013). Teori-teori kebudayaan: Dari teori hingga aplikasi. Jurnal Sosiohumaniora, 15(1), 1–12.
Suryanto. (2017). Nilai gotong royong dalam kehidupan masyarakat pedesaan di tengah perubahan sosial. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 19(2), 215–228
Assmann, J. (2018). Cultural Memory and Early Civilization. Cambridge: Cambridge University Press.
Durkheim, E. (2014). The Division of Labour in Society. New York: Free Press.
Giddens, A. (2019). Sociology (8th ed.). Cambridge: Polity Press.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Putnam, R. D. (2020). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. New York: Simon & Schuster.
Published
2026-09-11
How to Cite
Putri, N. herli, Mani, G., Putri, T., & Al azziz, B. (2026). NILAI GOTONG ROYONG DALAM KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT MUSI RAWAS KERJASAMA DALAM ADAT ,HAJATAN , DAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI. Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, Dan Asing, 9(2), 88-97. https://doi.org/https://doi.org/10.31540/silamparibisa.v9i2.4114