Model Pembelajaran Abad 21 Berbasis Digital-Kultur Pada Pembelajaran Sejarah Lokal
Abstract
Pembelajaran sejarah lokal memegang peran penting dalam membangun kesadaran identitas, pemahaman konteks sosial-budaya, serta kemampuan peserta didik dalam menafsirkan peristiwa sejarah di lingkungan terdekat mereka. Namun, praktik pembelajaran di sekolah masih sering bersifat konvensional dan kurang memanfaatkan potensi teknologi digital yang relevan dengan tuntutan kompetensi abad 21. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam penerapan Model Pembelajaran Abad 21 Berbasis Digital-Kultur pada pembelajaran sejarah lokal, serta menggali pengalaman guru dan siswa dalam mengintegrasikan teknologi digital dengan materi budaya dan sejarah setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi di salah satu sekolah menengah di Kota Lubuklinggau. Informan penelitian meliputi guru sejarah, siswa kelas X–XI, dan kepala sekolah sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sesuai model Miles, Huberman & Saldaña. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis digital-kultur mampu menciptakan pembelajaran sejarah lokal yang lebih interaktif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik abad 21. Guru memanfaatkan beragam sumber digital seperti arsip daring, video dokumenter, peta digital, serta platform pembelajaran untuk menghubungkan nilai-nilai budaya lokal dengan kemampuan literasi digital siswa. Siswa menunjukkan peningkatan minat belajar, partisipasi aktif, serta kemampuan berpikir kritis melalui aktivitas seperti pembuatan infografis sejarah, vlog budaya, dan portofolio digital. Temuan tersebut menegaskan bahwa integrasi digital-kultur memberikan ruang reflektif dan kreatif bagi peserta didik dalam memahami sejarah lokal secara lebih bermakna. Dengan demikian, model ini dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah lokal di sekolah menengah.
References
Fatmawati, I. (2025). Transformasi pembelajaran sejarah dengan deep learning berbasis digital untuk gen Z. Revorma: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran, 5(1), 25–39. https://doi.org/10.62825/revorma.v5i1.140
Firmansyah, A. (2021). Pembelajaran Sejarah Lokal Pada Sekolah Menengah Atas (Studi Kasus di SMA N 1 dan SMA N 8 Pontianak). Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 4(1), 49–58. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.17977/um0330v4i1p49-58
Fuadah, A. T., Mudjenan, I. M., & Hasan, M. L. (2023). Perspektif: Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pembelajaran Abad 21 Di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Pendidikan Transformatif ( Jupetra ), 02(02), 154–164. https://doi.org/https://doi.org/10.9000/jpt.v2i2.531
Hidayatullah, M. Z., Aminah, A., & Mohzana, M. (2023). Project Based Learning dalam Meningkatkan Minat dan Kemampuan Siswa Menulis Teks Rekon dengan Media Audio Visual. Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Dan Pengajaran (KIBASP), 7(1), 212–229. https://doi.org/10.31539/kibasp.v7i1.6871
Lionar, U., Supriatna, N., Mulyana, A., Winarti, M., Sumaludin, M. M., & Syafrina, Y. (2024). Historical literacy in social studies learning at junior high school: Analysis of implementation and challenges. Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE), 6(2), 97. https://doi.org/10.29300/ijsse.v6i2.3953
Miles, M. B. and A. M. H. (2014). Qualitative Data Analysis. (terjemahan). UI Pers.
Miterianifa, M., & Mawarni, M. F. (2024). Penerapan model pembelajaran literasi lingkungan dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lingkungan. Jurnal Sains Dan Edukasi Sains, 7(1), 68–73. https://doi.org/10.24246/juses.v7i1p68-73
Nurbani Yusuf, Arif Prasetyo Wibowo, B. B. (2024). Digital citizenship education: Pancasila as a source of digital ethics in Indonesia. JED (Jurnal Etika Demokrasi), 9(1), 70–83. https://doi.org/https://doi.org/10.26618/jed.v9i1.11721
Oki Candra, Putri Wahyuni, & Zulrafli. (2025). Penerapan Media Lectora Inspire Sebagai Inovasi Dalam Pembelajaran Abad 21 Di Sekolah Menengah Atas. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(1), 824–829. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.1449
Park, J., Teo, T. W., Teo, A., Chang, J., Huang, J. S., & Koo, S. (2023). Integrating artificial intelligence into science lessons : teachers ’ experiences and views. International Journal of STEM Education, 10(61), 1–22. https://doi.org/10.1186/s40594-023-00454-3
Sarip, M., Ilham, A., Bahtiar, I. R., Hendrawanto, H., Laseduw, S. M. I., & Abdullah, M. (2024). Integrated 6C Skills of the 21st Century with Animation Video Media for Arabic Speaking Material Design. Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian Dan Kajian Kepustakaan Di Bidang Pendidikan, Pengajaran Dan Pembelajaran, 10(1), 183. https://doi.org/10.33394/jk.v10i1.10549
Susilo, A. & et al. (2024). The Influence of Multiculturalism-Based Character Education on the Personality Development of Students at PGRI Silampari University. Riwayat: Educational of History and Humanities, 7(4), 2674–2685. https://doi.org/https://doi.org/10.24815/jr.v7i4.41634
Yanto, M., Abidin, Z., & Arif, S. . (2024). Peran Teknologi AI Dalam Membangun Merdeka Belajar Diera Digital Melalui Afiliasi Proyeksi Pendidikan Future Of Education Dan Internalisasi Pendidikan Multikultural. At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian Dan Pendidikan Agama Islam, 2(1), 333–340. https://journal.staittd.ac.id/index.php/at/article/view/140
Zumrotun, E., Widyastuti, E., Sutama, S., Sutopo, A., & Murtiyasa, B. (2024). Peran Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 9(2), 1003–1009. https://doi.org/10.51169/ideguru.v9i2.907












