PERAN PUISI RAKYAT TANAH PERIUK TERHADAP KARAKTER SISWA KELAS 5 SD
Abstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran puisi rakyat Tanah Periuk dalam pembentukan karakter siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sastra dan pendidikan karakter. Prosedur penelitian meliputi tahap pengumpulan data, analisis, dan penarikan simpulan. Data penelitian berupa teks puisi rakyat Tanah Periuk serta hasil wawancara dan observasi terhadap siswa dan guru. Sumber data terdiri atas sumber data primer, yaitu puisi rakyat Tanah Periuk dan siswa kelas V SD, serta sumber data sekunder berupa buku, jurnal, dan referensi yang relevan dengan sastra anak dan pendidikan karakter. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, wawancara, dan observasi. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terkandung dalam puisi, kemudian mengaitkannya dengan sikap dan perilaku siswa dalam kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi rakyat Tanah Periuk mengandung berbagai nilai karakter, seperti tanggung jawab, kerja sama, rasa hormat, kepedulian sosial, kejujuran, disiplin, dan ketekunan. Nilai-nilai tersebut tersampaikan melalui amanat, tokoh, serta peristiwa dalam puisi dan dapat dipahami siswa melalui kegiatan membaca, berdiskusi, dan refleksi. Simpulan penelitian ini adalah puisi rakyat Tanah Periuk berperan positif sebagai media pembelajaran sastra yang efektif dalam menanamkan dan menguatkan nilai-nilai karakter pada siswa kelas V sekolah dasar.
References
Hidayati, A. (2019). Pembelajaran puisi dalam meningkatkan empati dan kepekaan sosial siswa sekolah dasar. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran, 9(1), 67–78.
Kemendikbud. (2017). Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kemendikbudristek. (2022). Panduan implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Lickona, T. (2012a). Character matters: How to help our children develop good judgment, integrity, and other essential virtues. New York: Touchstone.
Lickona, T. (2012b). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. New York: Bantam Books.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Noermanzah. (2017). Peran sastra lisan dalam pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(2), 89–98.
Nurgiyantoro, B. (2013a). Sastra anak: Pengantar pemahaman dunia anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nurgiyantoro, B. (2013b). Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Rahmanto, B. (2005). Metode pengajaran sastra. Yogyakarta: Kanisius.
Rahmawati, L. (2021). Pembelajaran sastra berbasis budaya lokal dalam meningkatkan partisipasi dan karakter siswa. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 7(1), 45–56.
Ratna, N. K. (2015). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sari, D., & Widodo, S. (2018). Karya sastra rakyat sebagai media pembentukan karakter peserta didik. Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Indonesia, 5(1), 33–41.
Semi, M. A. (2012). Metode penelitian sastra. Bandung: Angkasa.
Sugiyono. (2022a). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2022b). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Supriyadi, & Nurhayati, E. (2020). Apresiasi sastra kolaboratif sebagai upaya menumbuhkan sikap toleransi dan kerja sama siswa. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 20(2), 101–112.
Tarigan, H. G. (2015). Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa. Bandung: Angkasa.
Wibowo, A. (2013). Pendidikan karakter di sekolah: Konsep, strategi, dan implementasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.









