IMPLEMENTASI VIRTUAL LABORATORIUM DALAM PRAKTIKUM FISIKA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK SMA
Abstract
Pemahaman konsep merupakan salah satu tujuan utama dalam pembelajaran fisika di sekolah menengah atas (SMA). Namun, keterbatasan fasilitas laboratorium dan kurang optimalnya pelaksanaan praktikum sering menjadi kendala dalam mencapai tujuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi virtual laboratorium dalam praktikum fisika terhadap peningkatan pemahaman konsep peserta didik SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) berbentuk pretest–posttest control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang mengikuti praktikum fisika berbasis virtual laboratorium dan kelompok kontrol yang mengikuti praktikum konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep fisika yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji t pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep yang signifikan antara peserta didik yang belajar menggunakan virtual laboratorium dan peserta didik yang belajar melalui praktikum konvensional. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan pemahaman konsep yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi virtual laboratorium efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep fisika peserta didik SMA. Oleh karena itu, virtual laboratorium direkomendasikan sebagai alternatif atau pelengkap praktikum fisika untuk meningkatkan kualitas pembelajaran fisika di SMA.
References
Malik, A., & Ubaidillah, M. (2019). Pengembangan model praktikum fisika berbasis multiple skills untuk meningkatkan keterampilan 4C: Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation.
Mirdayanti, R. (2017). Kajian penggunaan laboratorium virtual berbasis simulasi sebagai upaya mengatasi ketidak-sediaan laboratorium. Visipena, 8(2), 323-330.
Nugraha, M. F., Hendrawan, B., Pratiwi, A. S., Permana, R., Saleh, Y. T., Nurfitri, M., ... & Husen, W. R. (2020). Pengantar pendidikan dan pembelajaran di sekolah dasar. Edu Publisher.
Simbolon, D. H. (2015). Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis eksperimen riil dan laboratorium virtual terhadap hasil belajar fisika siswa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 21(3), 299-316.
Sujarwanto, E. (2019). Pemahaman konsep dan kemampuan penyelesaian masalah dalam pembelajaran fisika. DIFFRACTION: Journal for Physics Education and Applied Physics, 1(1).
Yusuf, I., Widyaningsih, S. W., & Purwati, D. (2015). Pengembangan perangkat pembelajaran Fisika Modern berbasis media laboratorium virtual berdasarkan paradigma pembelajaran abad 21 dan Kurikulum 2013. Pancaran Pendidikan, 4(2), 189-200.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Perspektif Pendidikan by https://www.ojs.stkippgri-lubuklinggau.ac.id/index.php/JPP is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.









